Sabtu, 21 Januari 2012

MANAJEMEN ILMU PETERNAKAN


I. PENDAHULUAN
1.1. Pengertian dan Fungsi Manajemen
a. Pengertian
Pengertian manajemen secara luas adalah cara mengatur satu atau beberapa faktor dalam suatu sistem untuk mencapai tujuan tertentu.
Hal ini melibatkan :
-Manager
-Unit-unit terkait dan
-Orang-orang yang berada di bawahnya.
-manajemen diperlukan pada semua sektor kehidupan agar tidak terjadi kekacauan, benturan atau salah pengertian.
-Dalam sektor produksi seperti beternak sapi potong setiap langkah kegiatan akan menyangkut aspek-aspek fungsi manajemen.
b. Fungsi Manajemen
Fungsi-fungsi manajemen merupakan bagian dari suatu sistem dalam proses manajemen. Adapun fungsi-fungsi manajemen tersebut adalah: perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan.

 1. Perencanaan Usaha
- Merupakan tindakan menentukan sasaran dan arah tindakan yang akan dijadikan pedoman
-Dituntut keberanian dan kemampuan dalam mengasumsikan, meramalkan, menvisualisasikan dan melihat kecendrungan yang dilandasi kaidah-kaidah rasional.

Gagalnya calon pengusaha atau pengusaha di awal usaha mereka adalah akibat tidak
mampu merancang perencanaan bisnis  (business plan) yang baik. Maka, begitu
memasuki dunia usaha, banyak hal yang tak terduga muncul dan tak tahu apa yang harus
dilakukan.  (Rhenald Khasali)

Fungsi Awal Perencanaan Usaha

Sebagai pedoman untuk mencapai keberhasilan manajemen usaha
Sebagai alat untuk mengajukan permodalan yang bersumber dari luar.

Dalam perencanaan bisnis/usaha ada 9 poin yang harus diperhatikan.

Pertama: memilih bidang usaha
Dalam memilih bidang usaha yang perlu diperhatikan adalah:
 a. bidang usaha tersebut ada pasarnya
 b. bidang usaha tersebut kita senangi
 c. bidang usaha tersebut kita memiliki
              keahlian atau sumber daya manusia yang
              ahli di sekitar tempat usaha.

Dalam memilih bidang usaha perhatikan
usaha – usaha yang:
Resiko kecil
Resiko sedang
Resiko tinggi



Kedua: estimasi (perkiraan).

Dalam bisnis ada 3 model estimasi
Proyeksi
Prediksi
Intuisi


Ketiga: Studi kelayakan
Studi kelayakan merupakan konsep untuk menentukan apakah suatu usaha layak atau tidak. Banyak usaha gagal karena tidak membuat studi kelayakan.
Manfaat studi kelayakan:
-sebagai pembanding antara rencana dan pelaksanaan
-bahan informasi(company profile)
-pelengkap pengajuan kredit-kerjasama
-pelengkap pengajuan izin usaha


Keempat:kondisi lokal
Dalam perencanaan bisnis perlu dipahami tentang kondisi lokal yang menyangkut:
Sumber daya manusia
Bahan baku tersedia
Keadaan lokal yang spesifik (agama, adat, kepercayaan, budaya)


Kelima: Kapan Memulai
Dalam merencanakan kapan akan dimulai suatu usaha harus diperhitungkan aspek pasar.


Keenam: Membuat Kebijaksanaan
Dalam perencanaan perlu ditentukan kebijaksanaan yang akan diambil, yaitu menyangkut:
Jenis usaha yang akan dikerjakan
Modal yang akan digunakan
Orang/lembaga yang akan diajak kerjasama
Asuransi mana yang akan dipakai?
Apa saja yang akan diasuransikan?
Kapasitas usaha

Ketujuh: Rencana Pemasaran
Memperkirakan penjualan
Mengukur kondisi pasar
Memilih teknik menjual
Membuat rencana penjualan
Menentukan harga
Rencana distribusi
Rencana promosi

Kedelapan: Rencana Produksi
Produksi adalah proses memanfaatkan bahan baku menjadi akhir melalui suatu kreasi
Faktor yang perlu diperhatikan:
Dari perkiraan penjualan dapat ditentukan macam dan jumlah barang yang perlu diproduksi
Ada 2 model produksi
-produksi berdasarkan pesanan
-Produksi berdasarkan perkiraan
c. Lebih murah memproduksi dalam jumlah banyak
d. Pembelian mesin/peralatan baru, harus dipikir matang

Kesembilan: Rencana Keuangan dan Anggaran
Tujuan setiap usaha mendapatkan profit dengan menggunakan modal secara efisien. Maka daari itu perlu rencana penggunaan modal dan mengetahui bagaimana hasilnya. Dalam rencana tersebut yang berperan penting adalah :
Program keuangan
Anggaran
Pendapatan, pengeluaran dan laba yang diharapkan


diperlukan sehingga tercipta keterpaduan dalam melaksanakan tugas sesuai bidang masing-masing.
ØContoh : Pengorganisasian dalam usaha sapi potong harus ada pembagian, siapa yang menyediakan bibit, menyediakan sarana dan prasarana peternakan., melakukan vaksinasi, menangani hasil dan memasarkan hasil. Pembagian ini diatus berikut jadwal dan waktunya  (time and duration)



3. Penggerakan (Actuating)
ØYang menyangkut fungsi penggerakan terutama : kepemimpinan (leadership, komunikasi, motivasi dan persuasi rekanan/staf).

ØKaitannya dengan kepemimpinan : peternak pada dasarnya bukan hanya tenaga kerja tetapi juga manajer yang harus dapat mengambil keputusan dan memimpin usaha.
           

ØKaitannya dengan komunikasi : Mengingat usaha suatu peternakan tidak mungkin dilakukan tanpa berhubungan dengan pihak luar/lain termasuk tenaga kerja maka komunikasi verbal maupun non verbal sangat diperlukan.

ØKaitannya dengan motivasi : kemampuan mendorong semua yang terlibat terutama tenaga kerja untuk merasa ikut berusaha bertanggung jawab dan  memiliki.


ØKaitannya dengan kemampuan persuasi : Peternak harus terlibat dalam pembelian sapronak dan pemasaran hasil, sehingga diperlukan kemampuan bernegosiasi. Dalam memenuhi kebutuhan ini diperlukan fungsi manajemen tambahan, yaitu koordinasi.

ØDalam prakteknya semua kegiatan belum tentu dilaksanakan sesuai jaringan rencana kerja (network planning). Oleh karena itu harus ada     

pengawasan agar tetap mengikuti rencana yang telah ditetapkan. Pengawasan ini, terutama yang menyangkut tenaga kerja, biasanya diikuti evaluasi dan perbaikan.

ØFungsi evaluasi sangat penting karena menyangkut komoditas hidup. Apabila salah satu kegiatan tidak terealisasi. misal: vaksinasi atau pemberian pakan, akan sangat mempengaruhi produksi akibatnya terjadi penurunan produksi atau terhambatnya pertumbuhan.


ASPEK-ASPEK DALAM MANAJEMEN

Ada 3 aspek yang penting dalam kegiatan bisnis peternakan yang perlu manajemen, yaitu :
1.Aspek Produksi atau Budidaya
ØKegiatan manajemen perlu diterapkan dalam teknologi ternak potong mulai dari pengadaan sarana produksi (bibit, pakan, vaksin) sapi dengan penentuan saat panen.



ØKegiatan manajemen berawal dari perencanaan, pengaturan, pelaksanaan, pengawasan serta pengendaliannya hingga tercapai tujuan usaha secara efisien

2. Aspek Pemasaran Hasil
ØDimulai dari identifikasi kebutuhan pasar atau konsumen, jumlah dan kemasan hasil, distribusi hasil serta pemahaman dan penanganan tentang fungsi pemasaran hasil sehingga dapat meningkatkan efisiensi pemasaran dan menekan margin pemasaran.

3. Aspek Keuangan
ØTercakup kegiatan pembuatan proposal untuk pengadaan modal perhitungan bersama besarnya investasi yang ditanamkan dan penjadwalan ketersediaan keuangan.

ØPenting melakukan analisa keuangan mulai dari besarnya input, Output yang diharapkan, pendapatan


(margin, pendapatan keluarga) dan pendapatan pengelola analisis efisiensi usahanya seperti output/input, benefit cost ratio.
Inti dari kegiatan manajemen mencakup hal-hal berikut :

Telling : Kegiatan menyampaikan pesan atau kemampuan melakukan komunikasi, motivasi dan persuasi. Kemampuan ini penting terutama dalam mengendalikan tenaga kerja.

2. Selling : Kegiatan menjual atau menawarkan. Hal ini terkait dalam proses negosiasi pengadaan sarana produksi, melakukan kontrak/penjualan hasil.

3.Testing : Kegiatan melakukan penilaian, pengkajian atau percobaan sesuatu yang berupa pengetahuan, keterampilan, sikap kepribadian (tenaga kerja/calon karyawan) barang (sarana produksi : pakan dan obat-obatan) dan alat (tempat minum, kandang)



4.Consulting = kegiatan konsultasi
Seperti menanyakan teknologi yang menguntungkan kepada lembaga atau pihak-pihak terkait, mengetahui kebijakan pemerintah atau mendiskusikan cara mengatasi perselisihan baik tentang gangguan ketertiban farm (usaha peternakan) maupun perjanjian dengan mitra kerja.


5. Joining = Kegiatan kerja sama
Diakui atau tidak, maju atau mundurnya usaha sangat tergantung pada kemampuan seseorang melakukan kerja sama.
Kunci keberhasilan terletak pada human relation (hubungan kemanusiaan) bentuk kerjasama dengan tenaga kerja, rekan atau mitra kerja dengan para pemimpin (formal/non formal) dan yang paling penting adalah dengan konsumen.

Prinsip kerjasama ini : kemanusiaan, artinya jangan sampai yang untung hanya sepihak saja. Kerjasama harus saling menguntungkan, mendukung dan diharapkan sampai pada tingkatan sinergi, yaitu Keuntungan semua pihak melebihi potensi maksimal.
6. Delegating = merupakan pelengkap inti manajemen yang lain.


Contoh. Untuk mencari pasar yang menjanjikan prospek lebih bagus diperlukan hunter yang memburu ketempat pembeli. Untuk ini diperlukan keterlibatan beberapa orang. Baik staf atau tenaga kerja maupun mitra kerja.
Penguasaan inti manajemen yang sudah bagus tidak menjamin kegiatan manajemen pasti berhasil. Oleh karena itu perlu juga dipahami Hierarki manajemen seperti bagan di bawah ini :


              Perencanaan

          jangkauan

             strategi

            Taktik atau
             Teknik

             Operasional


II. USAHA PETERNAKAN
-     Di Indonesia Ada 2 macam usaha :
Perusahaan Peternakan
Peternakan Rakyat

-     Perusahaan Peternakan: Suatu usaha yang dijalankan secara teratur dan terus menerus pada suatu tempat dan dalam jangka waktu tertentu untuk tujuan komersial yang meliputi

   Kegiatan:
 a. Menghasilkan ternak (ternak bibit/ternak potong), telur dan susu
b. Usaha penggemukan suatu jenis ternak termasuk mengumpulkan, mengedarkan, dan memasarkannya, dimana tiap jenis ternak melebihi dari jumlah yang ditetapkan untuk tiap jenis ternak pada peternakan rakyat.


Peternakan Rakyat: Usaha peternakan yang diselenggarakan sebagai usaha sampingan yang jumlah maksimum kegiatannya untuk tiap jenis ternak ditetapkan oleh menteri Pertanian
Batasan jumlah ternak pada peternakan rakyat (sensus pertanian 1993):
Sapi perah, sekurang-kurangnya         : 1 ekor
Sapi, sekurang-kurangnya       : 2 ekor
Kerbau, sekurang-kurangnya  : 2 ekor

d. Kuda, sekurang-kurangnya 2 ekor
e. Babi, sekurang-kurangnya 3 ekor dan telah berumur 2 bulan lebih
f. Kambing, sekurang-kurangnya 6 ekor
g. Ayam kampung, sekurang-kurangnya 30 ekor, telah berumur > 1 bulan
h. Ayam ras petelur, sekurang-kurangnya 12 ekor, telah berumur > 1 bulan
i. Ayam ras pedaging, sekurang-kurangnya 12 ekor telah berumur > 1bulan.


j. Itik-itik manila, sekurang-kurangnya 15 ekor , telah berumur > 1 bulan.

   Berdasarkan jenisnya, peternakan digolongkan menjadi:
Peternakan unggas (ayam petelur, ayam pedaging, ayam bibit dll)
Peternakan Kambing dan Domba
Peternakan Babi

4. Peternakan sapi potong
5. Peternakan kerbau potong
6. Peternakan sapi perah
7. Peternakan Kerbau perah
8. Peternakan kuda

Perbedaan Perusahaan Peternakan dan Peternakan rakyat
A. Perusahaan Peternakan                           
Sifatnya                        : pokok                                      
Tujuan                          : Menghasilkan pendapatan pokok
                           dengan memax keuntungan                                                       (komersial)
Skala                : Besar
Kedudukan      : badan hukum
Pengelolaan      : Intensif
  


B. Peternakan  Rakyat                     
Sifatnya            : Sambilan                                       
Tujuan              : Menambah                                                                               pendapatan rumah tangga
Skala          : Kecil
Kedudukan      : Individual
Pengelolaan: Tradisional


Ditinjau dari segi perkembangannya, di Indonesia terdapat 4 usaha peternakan:
Peternakan sebagai usaha sambilan
-Peternakan masih merupakan pendukung pertanian
-Hanya untuk mencukupi kebutuhan sendiri
-Usaha pertanian masih terpadu
-Komoditas beragam
-Pendapatan dari ternak tidak dominan

2. Peternakan sebagai cabang usaha
-Masih merupakan usaha campuran (mix farming)
-Pendapatan masih belum mrp pendapatan utama (misal 30-70%) tetapi sudah menjurus kepada usaha semi komersial

3. Peternakan sebagai usaha pokok
-Peternakan sudah mrp usaha pokok keluarga petani


Komoditi tunggal
Sudah bersifat komersial
Pendapatan  dari peternakan sudah dominan        ( pendapatan utama keluarga)

4. Peternakan sebagai usaha industri
-Bentuk usaha komersial
-Usaha spesialisasi (komoditas pilihan)



Mempunyai tujuan ekonomi tertentu
Pasarnya sudah pasti/ jelas
PRINSIP-PRINSIP EKONOMI
PRODUKSI PETERNAKAN
Ada 2 pendekatan:
1. Profit maximization
2. Cost minimization

     Ke2 pendekatan tersebut prinsipnya sama yaitu memaksimumkan keuntungan



FUNGSI PRODUKSI
Fungsi produksi: suatu hubungan yang menggambarkan hubungan fisik/teknis/fungsional antara input dengan output pada teknologi tertentu.

Misal: penggunaan input pupuk urea akan menambah output atau produksi.

   bila jumlah pupuk tsb ditambah kadang-kadang akan menyebabkan tambahan output. Begitu pula dengan penggunaan input yang lain.
-Tambahan input selain pupuk juga akan mempengaruhi output.
-Shg Penambahan pupuk (X1), bibit (X2), obat-obatan (X3) dsb (Xn) akan memperbesar jumlah produksi (Y) yang diperoleh.

Hubungan fisik antara X dan Y sering disebut faktor relationship (FR).
FR ditulis sbb:
Y= f (X1,X2,X3,…..,Xi,…..Xn)       (1.1)
  
  Dengan demikian petani dapat meningkatkan produksi (Y) dengan cara:

Menambah jumlah salah satu dari input yang digunakan, misal X1, maka persamaannya:
Y=f(X1+∆X1, X2,X3,….Xi,…Xn)   (1.2)
                     cateris paribus
b. Menambah jumlah beberapa input (lebih dari satu) dari input yang digunakan.


Y=f{(X1+∆X1), (X2+∆X2),    (X3+∆X3) |, …,Xi,…Xn)}          (1.3)
Ket: Sulit digambarkan pada gambar yang menunjukkan hubungan dua dimensi,shg sering dinyatakan dg rumus matematik.
1.PRODUK MARGINAL
Produk marginal (PM)/ marginal product (MP): tambahan satu unit input (X) atau faktor produksi yang dapat menyebabkan pertambahan/pengurangan satu satuan output (Y) atau hasil produk pertanian.

Hub satu input (X) dengan satu output (Y) atau Y=f(X) sering dihadapkan pada 3 situasi:
Produk marginal konstan
Produk marginal menurun dan
Produk marginal menaik






Hubungan produk rata-rata, total dan marginal
Tujuan:
Hubungan antara input dan output akan lebih informatif
Dapat diketahui elastisitas produksi.



     BerdasarkanTabel         ada 3 tahapan yang diidentifikasikan dari PM, yaitu:
PM yang terus menaik pada keadaan PT juga menaik    (TAHAP I)
PM yang terus menurun pada keadaan PT sedang menaik (TAHAP II)

3. PM yang terus menurun sampai angka negatif bersamaan dengan PT yang juga menurun (TAHAP III)
Ket:
  Tahap I,II dan III, masing-masing mewakili daerah I,II dan III, yaitu suatu daerah yang menunjukan elastisitas produksi yang besarnya berbeda-beda.

Elastisitas Produksi (ep)
-Adalah persentase perubahan dari output sebagai akibat dari persentase perubahan dari input
-Rumus:
ep = ∆Y  / ∆X
        Y        X
Atau ep = ∆Y  .  X
               ∆X     Y

Karena    ∆Y  adalah PM,
               ∆X   
  Maka besarnya ep (elastisitas produksi) tergantung dari besar-kecilnya PM dari suatu input, misal input X


Hubungan antara PM dan PT

-Bila PT tetap menaik, maka nilai PM positif
-Bila PT mencapai maksimum, maka nilai PM menjadi nol.
-Bila PT sudah mulai menurun, maka nilai PM menjadi negatif; dan


Bila PT menaik pada tahapan increasing, maka PT bertambah pada decreasing rate.

Hubungan antara PM dan PR
-PR : perbandingan antara PT perjumlah input
Rumus:



    PR  = Y
            X
-Bila PM lebih besar dari PR, maka posisi PR masih dalam keadaan menaik.
-Bila PM lebih kecil dari PR, maka posisi PR dalam keadaan menurun
-Bila PM sama dengan PR, maka PR dalam keadaan maksimum


Kalau hubungan antara PM dan PT serta PM dan PR dengan besar kecilnya ep, maka dapat dilihat pd Gb 3.6:
ep =1, bila PR maksimum (PR=PM)
ep = 0, bila PM =0 (PR menurun)
ep >1, bila PT dan PR menaik (increasing rate) ……> daerah 1

1 < ep < 0, pada daerah II: dimana sejumlah input yang diberikan maka PT tetap menaik (decreasing rate)
Ep < 0,  pada daerah III, PT menurun, nilai PM menjadi negatif dan PR dalam keadaan menurun. Situasi ini akan tetap merugikan petani walaupun ditambah sejumlah input
Masalah Pendugaan Fungsi Produksi
Data yang digunakan tidak terkendalikan dengan baik.
Masalah spesifikasi, misal keliru memasukan variabel yang relevan
Masalah interpretasi
Asumsi-asumsi
BIAYA PRODUKSI
Biaya produksi: semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang diproduksikan perusahaan tersebut

Ada 2 jenis biaya:
Biaya eksplisit 
Adalah pengeluaran-pengeluaran perusahaan yang berupa pembayaran dengan uang untuk mendapatkan faktor-faktor produksi dan bahan mentah yang dibutuhkan

2. Biaya Tersembunyi (imputed cost)
-Adalah taksiran pengeluaran terhadap faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri.
-Misal: pembayaran keahlian keusahawan produsen tersebut,

            menaksir modalnya sendiri yang digunakan dalam perusahaan dan bangunan perusahaan yang dimilikinya
- Cara menaksirnya adalah dengan melihat pendapatan yang paling tinggi yang diperoleh apabila produsen tsb bekerja diperusahaan, modalnya


            dipinjamkan/diinvestasikan dalam kegiatan lain dan bangunan disewakan pada orang lain.

Analisis Biaya Produksi

1. Jangka pendek: jangka waktu dimana sebagian faktor produksi tidak dapat ditambah jumlahnya.

2. Jangka panjang : jangka waktu dimana semua faktor produksi dapat mengalami perubahan.

Biaya Produksi Jangka Pendek

I. Biaya Total (Total Costs)
-   Keseluruhan biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan


Diperoleh dari menjumlahkan biaya tetap total (TFC = Total Fixed Cost) dan biaya berubah total (TVC = Total Variable Cost)
Rumus:
            TC =  TFC +TVC

Biaya Tetap Total (TFC)
-Adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi yang tidak dapat diubah jumlahnya
-Misal;  beli mesin, bangunan pabrik dll.

Biaya Berubah Total (TVC)
-Adalah  keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi yang dapat berubah jumlahnya.
-Misal: tenaga kerja, bahan-bahan mentah dll

2. Biaya Rata-rata
Biaya tetap rata-rata (Average Fixed costs) :
-biaya tetap total (TFC) untuk memproduksi sejumlah barang tertentu (Q) dibagi dengan jumlah produksi tersebut




Rumus :
            AFC   =  TFC
                  Q
b. Biaya Berubah Rata-rata (AVC)
-Biaya berubah total (TVC) untuk memperoleh sejumlah barang Q dibagi dengan jumlah produksi tersebut


Rumus;
            AVC  =  TVC
                 Q
c. Biaya Total Rata-rata
-Biaya total (TC) untuk memperoduksi sejumlah barang tertentu (Q) dibagi dengan jumlah produksi tersebut


Rumus
            AC = TC      , atau
            Q

            AC = AFC  + AVC

III. Biaya marjinal
-Adalah kenaikan biaya produksi yang dikeluarkan untuk menambah produksi sebanyak satu unit
-Rumus:
            MCn  = TCn   -   TCn-1



Atau MCn =  ∆TC
                     ∆Q
PEMASARAN
Adalah kegiatan atau proses aliran komoditas yang disertai perpindahan hak milik dan penciptaan guna waktu (time utility), guna tempat (place utility) dan guna bentuk (form utility yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pemasaran dengan melaksanakan salah satu atau lebih fungsi-fungsi manajemen (Sudiyono,2000).
Kegiatan pemasaran
Penentuan segmen, target dan posisi produk pada pasarnya
Kajian untuk mengetahui hal-hal utama dari konsumen potensial seperti: sikap, perilaku dan kepuasan konsumen

3. Menentukan strategi, kebijakan dan program pemasaran

Ket 1
Segmentasi pasar
- Pasar: tdr dr banyak pebeli yang berbeda dalam hal keinginan, kemampuan keuangan,lokasi, sikap pembelian dan praktek pembeliannya

Aspek untuk mensegmentasikan pasar
Geografis : bangsa, negara, propinsi
Demografis: umur, jenis kelamin, pendaptan
Psikografis: kelas sosial, gaya hidup, kepribadian
Perilaku; status kesetiaan, tingkat penggunaan, sikap pembeli

Karakteristik yang hrs diperhatikan Agar segmentasi pasar dapat berguna:
Dapat diukur : besar pasar dan daya beli
Dapat terjangkau: sejauh mana segmen ini dapat secara efektif dicapai dan dilayani produsen


c. Besar segmen : berapa besar segmen pasar dpt dijangkau agar penjualan produk dapat menguntungkan scr signifikan.
d. Dapat dilaksanakan

Menetapkan Pasar sasaran
a. Ukuran dan pertumbuhan segmen

-Penjualan terakhir
-Proyeksi laju pertumbuhan penjualan
-Margin laba
b. Kemenarikan struktural segmen
c. Sasaran dan sumber daya

Menentukan posisi pasar
Identifikasi keunggulan kompetitif
Memilih keunggulan kompetitf
Mewujudkan dan mengkomunikasikan posisi
Ket 2
Sikap konsumen
Karakeristik sikap:
a. memiliki obyek atau tujuan
b. Memiliki petunjuk, derajat dan intensitas
c. Memiliki struktur
d. Dapat dipelajari

Sumber sikap
Pengalaman pribadi
Pengalaman kelompok

Fungsi sikap
Penyesuaian
Pertahanan ego
Pengekspresian nilai
pengetahuan
Perilaku konsumen
Ada 2 faktor yang berpengaruh
Sosial budaya: kelompok sosial,budaya khusus, kelas sosial dll
Psikologis; motivasi, kepercayaan

-Prilaku konsumen Sangat menentukan proses pengambilan keputusan membeli


Kepuasan Konsumen
Faktor yang mempengaruhi:
Mutu produk
Mutu pelayanan
3.  Pelayanan setelah penjualan

A. STRATEGI PRODUK
-Tujuan; untuk dapat mencapai sasaran pasar yang dituju dengan meningkatkan kemampuan bersaing atau mengatasi persaingan
-Faktor yag terkandung dalam produk
Mutu/kualitas
Penampilan (features)

3. Pilihan yang ada (option)
4. Gaya (styles)
5. Merek (brand names)
6. Pengemasan (packaging)
7.Ukuran (sizes)
8. Jenis (produk lines)
9. Macam ( product items)
10. Jaminan (Warranties)
11. Pelayanan (service)

Produk yang dibeli konsumen dapat dibedakan atas 3 tingkatan
Produk inti
     Merupakan intu atau dasar yang sesungguhnya dariproduk yang ingin diperoleh pembeli dari produk tersebut
Produk formal
     Merupakan bentuk, model, kualitas/mutu, merek dan kemasan


3. Produk tambahan
   Tambahan produk formal dengan berbagai jasa yang menyertainya seperti pelayanan, pemeliharaan dan pengangkutan secara Cuma-Cuma.
B. STRATEGI HARGA
Dalam penetapan harga yang perlu diperhatikan:
Faktor tidak langsung
-Harga produk sejenis
-Pengaruh harga terhadap hubungan antara produk substitusi dan produk komplementer
-Diskon untuk para penyalur dan konsumen.


2. Faktor langsung
-Harga bahan baku
-Biaya produksi
-Biaya pemasaran
-Peraturan pemerintah

Tujuan penetapan harga
Memperoleh laba maksimum
Mendapat share pasar tertentu

3. Mencapai tingkat hasil penerimaan penjualan maksimum pada waktu itu
4. Mencapai keuntungan yang ditargetkan
5. Mempromosikan produk

Strategi Tingkat Harga
Strategi keseragaman harga
Strategi potongan harga
Strategi syarat-syarat pembayaran

Strategi dalam menghadapi persaingan harga dan kualitas
Kualitas tinggi dan harga tinggi: strategi premium
Kualitas tinggi dan harga sedang/menengah: strategi penetrasi
Kualitas tinggi dan harga murah: strategi superbargian
Kualitas menengah dan harga tinggi: strategi over-pricing

5. Kualitas menengah dan harga sedang/menengah: strategi kualitas/Mutu rata-rata

6. Kualitas menengah dan harga murah: strategi bargian

7. Kualitas rendah dan harga tinggi; strategi pukul dan lari (hit and run)

8. Kualitas rendah dan harga sedang/menengah: strategi barang-barang tiruan/palsu (shoddy Goods)

9. Kualitas rendah dan harga muarh: strategi barang murah (Cheap Goods)
C. STRATEGI DISTRIBUSI
-Faktor yang harus diperhatikan:
I.  SALURAN DISTRIBUSI
-Saluran langsung: produsen, konsumen
-Saluran tidak langsung:
produsen, pengecer, konsumen
Produsen, pedagang besar/menengah, pengecer, konsumen
Produsen, pedagang besar, pedagang menengah, pengecer,konsumen

Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan saluran distribusi

Jenis dan sifat produk
Sifat konsumen potensial
Sifat persaingan yang ada
Saluran distribusi itu sendiri
II. PENYALURAN FISIK
Tingkat pelayanan kepada seorang pembeli dalam penyaluran fisik ditentukan oleh:
Lamanya waktu untuk memenuhi pesanan pembeli

Kemampuan menyerahkan produk dari persediaan yanga ada



Dalam penyaluran fisik terdapat proses pemindahan sehingga diperlukan peranan fungsi pengangkutan dan penggudangan
D. STRATEGI PROMOSI
Tujuan:
Meningkatkan penjualan
Memperkenalkan perusahan yang bonfide
Mengetengahkan segi kelebihan perusahaan

Target :
Konsumen
Pemerintah
Masyarakat luas
Bank, dll

-Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam promosi
Sifat pasar

Sifat produk

Siklus produk


Bentuk /cara promosi:
Advertensi (iklan)
Personal selling
Promosi penjualan
Publisitas



PERMODALAN
Faktor yang penting diperhatikan untuk mengukur keberhasilan usaha:
Hasil dari modal sendiri (return on capital owned)
Hasil dari modal pinjaman (return of capital owed)


Definisi modal:
-Secara sempit : hanya berupa uang tunai
-Secara luas : nilai uang dari sumberdaya fisik yang digunakan dalam produksi pertanian, termasuk uang yang diinvestasikan dalam bentuk ternak, mesin-mesin dan bangunan.
* Tanah dapat dimasukkan ke dalam modal, namun sering dimasukkan sebagai input tersendiri.

Sumber daya dalam usahatani yang penting:
Tanah
Bangunan
Perbaikan-perbaikan pagar, saluran irigasi dsb
Mesin-mesin
Ternak
Pupuk
Obat-obatan
Tenaga kerja


9. Ketrampilan pengelolaan
10. Kredit
                        Sumberdaya tersebut dpt dikonversikan dalam bentuk uang dengan menjualnya.
-Modal petani = Hasil penjualan seluruh sumber daya (resources) usaha tani  - semua utang usaha tani , dpt di tulis sbb;

The farmer’s capital = assets – liabilities

Pengukuran Penggunaan Modal Usahatani

Hasil dari modal petani (Return on farmer’s capital)
Hasil dari modal ekstra (Return on extra capital)
Hasil dari modal total (Return on total capital)
Hasil dari modal awal (return on historical capital)

Return on Farmer’s Capital
Modal petani : jumlah nilai pasar seluruh sumberdaya yang dimiliki – seluruh uang
Keuntungan tahunan setelah membayar bunga dan pajak : Modal usaha tani x 100%

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar